Arji’s Weblog

January 21, 2016

keep in touch ya!

Filed under: agak serius.., pikiran gw, postingan panjang — arji @ 3:52 pm

“keep in touch ya! ..:D ”

Yah kita sering mendengar ini pada beberapa acara perpisahan seperti wisuda, kelulusan SMA, farewell rekan kerja, atau bahkan event reuni. Sebenarnya apakah maksud dari kata-kata tersebut ? hmm…

Secara etimologi, artinya adalah tetap bersentuhan..untuk dalam hubungan antara sesama dimaksudkan adalah tetap berkomunikasi dan saling memberi kabar. Saat ini untuk tetap keep in touch dapat dilakukan dengan mudah dimana teknologi yang sudah berkembang dengan adanya ponsel, smartphone, dan internet tentu saja.

Namun, menurut saya pribadi, keep in touch ini belakangan ini hanya menjadi formalitas, dimana seakan-akan menjadi sebuah kewajiban untuk diucapkan saat acara-acara di atas, dimana tidak semua orang yang mengatakan benar-benar berniat untuk saling memberi kabar. namun hal ini bsia diatasi dengan membuat sebuah komunitas yang didalamnya beranggotakan orang-orang yang memiliki sejarah yang sama (semisal satu sekolah, kampus atau satu komunitas yang sama) yang beberapa tahun lalu marak digunakan mailing list (milist) dan saat ini marak juga digunakan grup di media sosial atau media chat, seperti grup whatsapp, blackberry, line, telegram, dsb. Di media ini grup ini pun, seringkali hampir setengah dari anggota grup tersebut adalah silent reader, atau anggota pasif. Ok, lalu maksud dari tulisan ini apa ? hmm…

 

Saling memberi kabar tentu saja dilakukan dalam rangka menjaga hubungan baik entah itu kawan saat sekolah, kuliah, atau pun rekan kerja di kantor yang lama. Karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan satu sama lain. Dengan tetap menjaga komunikasi atau sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dengan kata-kata “keep in touch ya..” adalah agar kita tidak merasa canggung atau pun malu bila suatu saat kita membutuhkan bantuan dari salah satu rekan tersebut. Apabila kita selalu mempertahankan kedekatan dengan rekan baik itu melalui tatap muka langsung atau pun media sosial komunikasi yang lain, tentu saja kita akan lebih mudah untuk mengutarakan maksud kita dalam meminta bantuan dari rekan tersebut.

 

Hal ini tentu saja akan terasa berbeda, bila kita tidak menjalin komunikasi dengan baik dengan rekan lama tersebut, misal saja saat merayakan hari raya keagamaan, tahun baru, pernikahan, maupun hari besar lain kita tidak memberi ucapan selamat maupun diberi ucapan selamat, maka akan terasa janggal apabila ndilalah kita meminta bantuan kepada rekan tersebut. “wah…si A kemarin-kemarin gw nikah aja gw undang ga dateng, ngucapin selamat kaga, ini kaga….sekarang kok tau-tau ngontak yak?..mau minjem duit nih…” atau “ebuset! ada apaan nih tau-tau dia ngajak ketemuan, kemarin pas reuni aja ngobrol kaga negor kaga…jangan-jangan mau presentasi MLM lagi, hadeuuu…” dan berbagai macam pikiran aneh lain yang tentu saja akan terbersit dalam hati rekan kita.

 

Namun, apabila kita senantiasa menjaga komunikasi yang baik dengan rekan tersebut, misal mengucapkan selamat tahun baru, ulang tahun, atau mengundang mereka saat salah satu acara yang kita adakan, tentu saja komunikasi akan lebih mudah dibangun dalam situasi apa pun. Dan apabila kita berada pada posisi yang dimintai tolong atau bantuan, tentu saja kita akan dengan senang hati memberikan bantuan semampu kita untuk rekan tersebut. Karena kita merasa dekat dengan mereka, dan mereka pun merasa dekat dengan kita, dan menghindarkan baik diri sendiri maupun orang lain dari prasangka yang kurang baik seperti “..ah elah, giliran mau minjem duit aja baru negor ni orang..” atau “…oalah, mau presentasi MLM toh…pantes aja rela-relain ngubungin duluan dia…padahal biasanya gw sms aja ga dibales..ckckck..”

 

Untuk itulah, kita sebaiknya senantiasa membina hubungan baik dengan siapapun dan selalu menjaga hubungan baik tersebut, karena ktia tidak akan pernah tahu kapan kita akan membutuhkan bantuan atau pun kita bisa memberikan bantuan pada rekan kita. Kita hidup di jaman apabila orang bertanya akan dianggap kepo dan apabila melakukan hal baik akan dianggap modus atau pencitraan. Mulai lah dari diri sendiri untuk menghubungi rekan kita baik lama maupun baru, entah itu sekedar menanyakan kabar, atau memberikan informasi tentang diri kita bahwa kita sekarang sudah pindah domisili, dsb dengan tujuan agar rekan kita selalu tahu kabar kita, juga sebaliknya sempatkan lah waktu untuk bertanya kabar rekan kita, domisili terbaru dimana, dsb dan apabila suatu waktu rekan ada yang menghubungi dengan alasan hanya ingin mengetahui kabar tentang kita, maka hargailah karena berarti rekan tersebut tulus dan hanya sekedar memperhatikan dan mengingat kita dan sudah sepatutnya kita merasa bahagia memilik rekan seperti demikian.

 

Jadi, keep in touch ya!

 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.